Congratulation kang alex dengan kelulusannya..
Akhirnya lulus juga..
Dgn lulusnya Cut Andina dan Alex Haryanti hari ini,, artinya semua mahasiswa ekstensi periklanan angk.2008 kecuali M.Cipta Wibawa sudah luluuussss... *\(^_^)/* yaayy
Walaupun terseok-seok akhirnyaaaa....
Tetap semangat ya ndin.. Kang buat revisinyaa..
( '̀⌣'́ )ง
Good luck
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Saturday, June 9, 2012
Pangeran Antasari
Pangeran antasari,
Sangatlah besar jasamu..
Tak hanya bagi negeri dan bangsa ini
Namun juga bagiku..
Pangeran antasari..
Jasamu takkan pernah kulupakan..
Jasamu akan selalu kukenang..
Tak hanya negara yang engkau buat merdeka..
Namun juga perasaanku..
Disaat kalut seiring dengan keadaan perutku..
Pangeran antasari..
Engkau tak hanya pahlawan negara
Juga pahlawan hidupku...
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Sangatlah besar jasamu..
Tak hanya bagi negeri dan bangsa ini
Namun juga bagiku..
Pangeran antasari..
Jasamu takkan pernah kulupakan..
Jasamu akan selalu kukenang..
Tak hanya negara yang engkau buat merdeka..
Namun juga perasaanku..
Disaat kalut seiring dengan keadaan perutku..
Pangeran antasari..
Engkau tak hanya pahlawan negara
Juga pahlawan hidupku...
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Nothings to do
08062012
Takor
FISIP UI Depok
Taken by Apple I Phone
Instagram
Owned by Wimpy W.
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Takor
FISIP UI Depok
Taken by Apple I Phone
Owned by Wimpy W.
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Thursday, June 7, 2012
Trik Menghadapi Rem Bermasalah Saat Hujan
Trik Menghadapi Rem Bermasalah Saat Hujan
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menurunkan artikel "Cara Mengatasi Kanvas Kopling dan Rem Lengket Akibat Banjir" pada Oktober lalu, awal pekan ini Tempointeraktif.com mendapatkan pertanyaan tentang cara melakukan pengereman yang tepat di kala hujan deras mengguyur Bumi.
Pertanyaan tersebut mendapat jawaban dari Edi Irsyandi, penggemar olahraga drifting yang juga pegiat safety driving di lintas komunitas pemilik mobil saat ditemui di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 19 November 2011. »Memang, selama ini banyak di antara pengguna mobil yang tidak memahami teknik pengereman yang benar di saat dan setelah hujan," papar dia.
Padahal kesalahan pengereman pada saat hujan bisa berakibat fatal. Rem mengunci karena kanvas yang lengket, roda yang mengalami skid, atau rem cakram yang terkunci menyebabkan mobil tergelincir, terpelanting, atau bahkan terguling.
Oleh karena itu, sebelum berkendara di musim hujan, perlu memahami cara kerja peranti dan teknik pengereman yang benar. Seperti apa? Berikut penjelasan Irsyandi.
1. Antisipasi kemungkinan kanvas rem lengket
Satu hal yang wajib dipahami oleh pengguna mobil adalah peranti pengereman mobil--terutama rem jenis tromol dan sepatu rem--rawan basah sehingga kinerja kedua perangkat itu menurun. Rem yang tak pakem alias los adalah kasus yang kerap terjadi.
Kemungkinan lainnya adalah kanvas rem memiliki potensi yang besar menjadi lengket setelah melibas genangan air hujan. Hal itu disebabkan kanvas sangat mudah mengembang setelah terkena air. Terlebih bila dalam waktu cukup lama.
»Sebab, kanvas terbuat dari bahan asbes yang mudah menyerap air," kata Irsyandi.
Oleh karena itu, setelah mobil melibas genangan air atau banjir, sebaiknya tetap menjalankan mobil dengan perlahan. Pada saat bersamaan, injaklah pedal rem sedikit agar teromol, sepatu rem, atau kanvas cepat mengering.
2. Pahami bahwa rem cakram tanpa ABS rawan terkunci
Pada saat hujan dan jalanan penuh dengan genangan air, suhu udara juga menurun. Hal itu menyebabkan piringan cakram rem dan sepatu rem juga sering kesat. Pada sisi lain, dalam kondisi basah, roda mobil rawan seret atau skid.
Oleh karena itu, bila Anda melakukan pengereman mendadak, potensi rem mengunci sangat besar. Mobil pun bisa tergelincir, berhenti mendadak, dan tak bisa dijalankan, bahkan terpelanting.
Jadi, jangan sesekali melakukan pengereman mendadak setelah mobil melibas genangan air hujan atau banjir. »Cara yang terbaik adalah jangan melaju dengan kecepatan tinggi di saat hujan mengguyur," saran Irsyandi.
3. Pastikan kondisi peranti pengereman dalam keadaan baik
Sebelum Anda menggunakan mobil untuk sarana transportasi sehari-hari di musim hujan ini, periksa booster dan master rem, pastikan minyak rem serta kanvas rem. Jangan lupa, pastikan kondisi ukiran ban masih di atas 60 persen.
Bahkan bila perlu kuras minyak rem dan ganti dengan yang baru. Begitu pun dengan kondisi piston rem.
4. Lakukan langkah cepat saat rem tiba-tiba lengket
Bila tiba-tiba rem mobil Anda lengket setelah melibas genangan air atau banjir, jangan panik. Berusahalah menepikan kendaraan Anda dan biarkan kendaraan lain melintas terlebih dahulu, lalu matikan mesin.
Setelah jarak dengan kendaraan di depan cukup jauh, pindahkan tuas transmisi ke gigi satu dan injak pedal rem dalam-dalam. Kemudian hidupkan mesin dan lepas pedal rem hingga mobil sedikit melompat dan rem kembali. »Lakukan cara itu beberapa kali," ucap Isryandi.
5. Tempuh langkah darurat saat rem blong
Bersikap tenang juga harus Anda lakukan bila rem mobil ternyata tak pakem, los, atau blong. Lakukan pengocokkan rem secepat mungkin, yaitu dengan menginjak pedal rem berkali-kali sembari mengurangi kecepatan mobil.
Jika rem tetap blong meski pedal rem telah dikocok, maka kurangi gigi persneling secara perlahan. Pastikan kendaraan di depan dan belakang Anda masih dalam jarak yang aman.
Setelah itu, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan dengan perlahan dan hati-hati. Bila tidak, maka mobil akan terpelanting.
Namun bila langkah itu tidak mungkin Anda lakukan, carilah obyek benda mati yang tidak membahayakan bila Anda menabraknya, seperti semak-semak, separator, atau pepohonan. Jangan menabrak dengan posisi tegak lurus, tetapi sebaiknya dalam posisi menyerempet.
ARIF ARIANTO
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menurunkan artikel "Cara Mengatasi Kanvas Kopling dan Rem Lengket Akibat Banjir" pada Oktober lalu, awal pekan ini Tempointeraktif.com mendapatkan pertanyaan tentang cara melakukan pengereman yang tepat di kala hujan deras mengguyur Bumi.
Pertanyaan tersebut mendapat jawaban dari Edi Irsyandi, penggemar olahraga drifting yang juga pegiat safety driving di lintas komunitas pemilik mobil saat ditemui di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 19 November 2011. »Memang, selama ini banyak di antara pengguna mobil yang tidak memahami teknik pengereman yang benar di saat dan setelah hujan," papar dia.
Padahal kesalahan pengereman pada saat hujan bisa berakibat fatal. Rem mengunci karena kanvas yang lengket, roda yang mengalami skid, atau rem cakram yang terkunci menyebabkan mobil tergelincir, terpelanting, atau bahkan terguling.
Oleh karena itu, sebelum berkendara di musim hujan, perlu memahami cara kerja peranti dan teknik pengereman yang benar. Seperti apa? Berikut penjelasan Irsyandi.
1. Antisipasi kemungkinan kanvas rem lengket
Satu hal yang wajib dipahami oleh pengguna mobil adalah peranti pengereman mobil--terutama rem jenis tromol dan sepatu rem--rawan basah sehingga kinerja kedua perangkat itu menurun. Rem yang tak pakem alias los adalah kasus yang kerap terjadi.
Kemungkinan lainnya adalah kanvas rem memiliki potensi yang besar menjadi lengket setelah melibas genangan air hujan. Hal itu disebabkan kanvas sangat mudah mengembang setelah terkena air. Terlebih bila dalam waktu cukup lama.
»Sebab, kanvas terbuat dari bahan asbes yang mudah menyerap air," kata Irsyandi.
Oleh karena itu, setelah mobil melibas genangan air atau banjir, sebaiknya tetap menjalankan mobil dengan perlahan. Pada saat bersamaan, injaklah pedal rem sedikit agar teromol, sepatu rem, atau kanvas cepat mengering.
2. Pahami bahwa rem cakram tanpa ABS rawan terkunci
Pada saat hujan dan jalanan penuh dengan genangan air, suhu udara juga menurun. Hal itu menyebabkan piringan cakram rem dan sepatu rem juga sering kesat. Pada sisi lain, dalam kondisi basah, roda mobil rawan seret atau skid.
Oleh karena itu, bila Anda melakukan pengereman mendadak, potensi rem mengunci sangat besar. Mobil pun bisa tergelincir, berhenti mendadak, dan tak bisa dijalankan, bahkan terpelanting.
Jadi, jangan sesekali melakukan pengereman mendadak setelah mobil melibas genangan air hujan atau banjir. »Cara yang terbaik adalah jangan melaju dengan kecepatan tinggi di saat hujan mengguyur," saran Irsyandi.
3. Pastikan kondisi peranti pengereman dalam keadaan baik
Sebelum Anda menggunakan mobil untuk sarana transportasi sehari-hari di musim hujan ini, periksa booster dan master rem, pastikan minyak rem serta kanvas rem. Jangan lupa, pastikan kondisi ukiran ban masih di atas 60 persen.
Bahkan bila perlu kuras minyak rem dan ganti dengan yang baru. Begitu pun dengan kondisi piston rem.
4. Lakukan langkah cepat saat rem tiba-tiba lengket
Bila tiba-tiba rem mobil Anda lengket setelah melibas genangan air atau banjir, jangan panik. Berusahalah menepikan kendaraan Anda dan biarkan kendaraan lain melintas terlebih dahulu, lalu matikan mesin.
Setelah jarak dengan kendaraan di depan cukup jauh, pindahkan tuas transmisi ke gigi satu dan injak pedal rem dalam-dalam. Kemudian hidupkan mesin dan lepas pedal rem hingga mobil sedikit melompat dan rem kembali. »Lakukan cara itu beberapa kali," ucap Isryandi.
5. Tempuh langkah darurat saat rem blong
Bersikap tenang juga harus Anda lakukan bila rem mobil ternyata tak pakem, los, atau blong. Lakukan pengocokkan rem secepat mungkin, yaitu dengan menginjak pedal rem berkali-kali sembari mengurangi kecepatan mobil.
Jika rem tetap blong meski pedal rem telah dikocok, maka kurangi gigi persneling secara perlahan. Pastikan kendaraan di depan dan belakang Anda masih dalam jarak yang aman.
Setelah itu, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan dengan perlahan dan hati-hati. Bila tidak, maka mobil akan terpelanting.
Namun bila langkah itu tidak mungkin Anda lakukan, carilah obyek benda mati yang tidak membahayakan bila Anda menabraknya, seperti semak-semak, separator, atau pepohonan. Jangan menabrak dengan posisi tegak lurus, tetapi sebaiknya dalam posisi menyerempet.
ARIF ARIANTO
Regards,
Rakhmah S.
--
Powered by Telkomsel BlackBerry®
2943437E
Subscribe to:
Posts (Atom)